Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering diajukan oleh pasien kepada petugas apotek.. Sebagai calon apoteker maka kita WAJIB bisa menjawab pertanyaan2 umum ini, karena memengaruhi citra profesi di mata masyarakat (cieeeehhh…)
- Indikasi obat : Apa sajakah indikasi obat ? Penyakit apa sajakah yang dapat diberikan obat tersebut ?
- Kontra indikasi obat : Pada keadaan apa sajakah obat tidak boleh digunakan ? Aman kah bila diminum oleh anak balita, ibu hamil, atau penderita lanjut usia ?
- Cara penyimpanan obat : Perlukah cara khusus menyimpannya ? Berapa lama obat boleh disimpan ?
- Cara pemberian obat : Kapan sebaiknya obat diminum ? Sebelum atau sesudah makan ? Apakah boleh diberikan bersama dengan obat lain, makanan atau susu?
- Efek samping obat : Adakah efek samping yang mungkin terjadi ? Apa saja yang perlu diwaspadai ? Apa yang harus dilakukan bila efek samping terjadi ?
- Dosis dan jadwal obat : Berapa dosis yang tepat ? Bagaimana bila suatu saat terlupa minum obat ? Berapa lama obat boleh diminum terus menerus ? Apakah obat harus dihabiskan atau boleh dihentikan bila gejala sudah reda ?
Nah para calon apoteker,, sudahkah anda mampu menjawab pertanyaan2 itu? kalau saya… jujur saya belum mampu dan waaawww it’s need some hardwork.. Ayo berusaha…!!! *_* \^^/
Kalau anak anda panas *atau anda sendiri* disertai flu, jangan langsung memutuskan untuk minum antibiotik (ex: amoksilin), karena panasnya badan belum tentu diakibatkan oleh infeksi bakteri, dan flu bukan disebabkan oleh bakteri melainkan oleh visus (yg tidak akan mempan dg antibiotik).
Jika suhu badan naik, gunakan lah antipiretik sebagai pertolongan pertama (ex: parasetamol), baru kemudian periksakan ke dokter untuk memastikan penyebab sakit, jika positif disebabkan oleh infeksi bakteri maka cocok diberikan antibiotik.. Pemberian antibiotik yg tidak sesuai indikasi penyakit akan meningkatkan resiko resistensi terhadap antibiotik yg bersangkutan..
Semoga bermanfaat, ^_^
PS: ragu2, lebih baik hubungi dokter dan apoteker anda
Memelihara kebersihan lingkungan dan badan adalah hal yang sangat penting karena dengan memelihara kebersihan, setidaknya kita dapat mengurangi resiko penyakit yang diakibatkan bakteri atau kuman yang terdapat lingkungan yang tidak bersih. Beberapa jenis bakteri dan kuman dapat menimbulkan berbagai penyakit dari penyakit ringan sampai penyakit berat bahkan mengakibatkab kematian.
Salah satu penyakit yang sering kita dengar akibat ketidakbersihan lingkungan adalah diare. Diare adalah suatu keadaan dimana feses yang dikeluarkan cair dan frekuensinya dalam sehari lebih sering. Diare dapat juga merupakan gejala dari penyakit-penyakit tertentu. Diare dapat menyebabkan dehidrasi berlebihan sehingga menjadi salah satu penyebab kematian penting pada anak-anak.
Menurut teori klasik, diare disebabkan oleh meningkatnya peristaltik usus sehingga pelintasan chymus sangat dipercepat dan masih mengandung banyak air pada saat dikeluarkan. Penyebab utamanya adalah bertumpuknya cairan di usus akibat terganggunya resorpsi air dan atau terjadinya hipersekresi air.
Berdasarkan penyebabnya, diare akut dapat dibedakan menjadi » Continue Reading
Penggolongan obat dimaksudkan untuk memudahkan pengawasan terhadap peredaran dan pemakaian obat-obat tersebut. Setiap golongan obat diberi tanda pada kemasannya pada bagian kemasan yang segera terlihat.
Obat-obat yang beredar di pasaran Indonesia, digolongkan oleh Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan (Ditjen POM) dalam empat penggolongan umum, yaitu: » Continue Reading
Tablet adalah sediaan padat kompak dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan.
Macam-amacam tablet yang beredar adalah:
- Tablet Kempa : paling banyak digunakan, ukuran dapat bervariasi, bentuk serta penandaannya tergantung design cetakan.
- Tablet Cetak : dibuat dengan memberikan tekanan rendah pada massa lembab dalam lubang cetakan.
- Tablet Trikurat : tablet kempa atau cetak bentuk kecil umumnya silindris. Sudah jarang ditemukan
- Tablet Hipodermik : dibuat dari bahan yang mudah larut atau melarut sempurna dalam air. Dulu untuk membuat sediaan injeksi hipodermik, sekarang diberikan secara oral.
- Tablet Sublingual : dikehendaki efek cepat (tidak lewat hati). Digunakan dengan meletakkan tablet di bawah lidah.
- Tablet Bukal : digunakan dengan meletakkan di antara pipi dan gusi.
- Tablet Efervescen : tablet larut dalam air. Harus dikemas dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab. Pada etiket tertulis “tidak untuk langsung ditelan”.
- Tablet Kunyah : cara penggunaannya dikunyah. Meninggalkan sisa rasa enak di rongga mulut, mudah ditelan, tidak meninggalkan rasa pahit, atau tidak enak.
Obat Analgetik Narkotik
Obat Analgetik Non-Narkotik
GEL
Merupakan sistem semi padat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh suatu cairan. Gel dapat digunakan untuk obat yang diberikan secara topikal atau dimasukkan ke dalam lubang tubuh.
PASTA
Merupakan sediaan semipadat yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang ditujukan untuk pemakaian topikal. Pasta berlemak ternyata kurang berminyak dan lebih menyerap dibandingkan dengan salep karena tingginya kadar obat yang mempunyai afinitas terhadap air. Pasta digunakan untuk lesi akut yang cenderung membentuk kerak menggelembung atau mengeluarkan cairan.
SALEP
Sediaan setengah padat yang ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput lendir. Dasar salep dibagi dalam 4 kelompok dasar salep hidrokarbon, dasar salep serap, dasar salep yang dapat dicuci dengan air, dasar salep larut dalam air.
Pemilihan dasar salep tergantung dari beberapa faktor seperti khasiat yang diinginkan, sifat nahan obat yang diinginkan, ketersediaan hayait, stabilitas, dan ketahanan sediaan jadi.
KRIM
Adalah sediaan setengah padat, berupa emulsi mengandung air tidak kurang dari 60% dan dimaksudkan untuk pemakaian luar. Ada 2 tipe krim yaitu krim tipe minyak-air dan krim tipe air-minyak. Yang penting dalam sediaan krim ini adalah stabilitas, zat pengemulsi, zat pengawet, penyimpanan.
Sumber: FI III dan FI IV
Jaga agar ujung wadah obat tetes telinga agar tidak terkena permukaan benda lain termasuk tangan dan telinga pasien. Hangatkan obat tetes telinga dengan menggenggamnya dengan tangan beberapa menit, namun jangan gunakan air panas untuk menghangatkan karena suhunya sukar dikendalikan.
Informasi lain yang juga penting adalah anda harus teliti membaca etiket atau label pada wadah obat tetes telinga terutama cara penyimpanan, penggunaan dan tanggal kadaluarsa dari obat tersebut.
Sudah terjadi perubahan pekerjaan kefarmasian di apotek dan peran apoteker lambat laun berubah dari peracik obat (compounder) dan supplier sediaan farmasi ke arah pemberian pelayanan dan informasi dan akhirnya berubah lagi sebagai pemberi kepedulian pada pasien. Disamping itu, ditambah lagi tugas seorang apoteker adalah memberikan obat yang layak, lebih efektif, lebih aman serta memuaskan pasien. Pendekatan cara ini disebut dengan pharmaceutical care (asuhan kefarmasian).
Semua orang pasti tau sama yang merah imut-imut ini, bahkan mungkin semua orang pernah dihinggapinya (nyamuk kaleee
). Emang nyebelin banget sih kalo pas dia lagi mampir di muka mulus kita, n tau ngga? Sekarang saya lg dihinggapi jerawat dalam hidung,, what??? Dalam hidung??? Yup bener banget, mungkin muka saya terlalu inocent buat dihinggapin jerawat hehehe.. Apa sih jerawat ntu? Nih penjelasan singkatnya, sama cara mengatasinya dengan cara tradisional.. » Continue Reading


